Kamis, 08 Januari 2015

Beberapa seri Vans yang melegenda

Anda tentunya sudah tak asing lagi dengan merek yang satu ini, Vans. Merek sepatu asal Amerika Serikat yang memiliki ciri khas pada sol sepatunya. Merek sepatu yang sudah ada sejak tahun 1966 ini memang selalu menarik perhatian dari banyak kalangan, dan beberapa jenis sepatunya memang identik untuk dipakai ke berbagai macam acara dan tujuan, walaupun memang tujuan awal dari pembuatan sepatu Vans adalah untuk skateboarding.
Kini beberapa merek sneakers memang sedang meroket dalam tren mode pria, dan Vans adalah salah satu merek yang tetap berkibar hingga menjadi buruan para penggemarnya. Sepatu yang identik dengan garis khas di sisi pinggir luarnya ini kini tidak lagi menjadi "monopoli" pecinta papan seluncur, tapi juga mendominasi berbagai kalangan. Dalam perjalanannya, terdapat beberapa seri sepatu Vans yang selalu menjadi top seller dan dikenal baik oleh pecintanya. Jika Anda memang seorang penggila sneakers, beberapa seri Vans ini layak untuk dikoleksi, dan yang terpenting, harganya pun sangat affordable!

Vans SK8 Hi

Tidak asing dengan nama seri Vans yang satu ini?
Sumber: stylefile.com
Dari namanya saja Anda mungkin sudah dapat menebak untuk siapa dan apa tujuan sepatu ini dibuat. Ya, untuk Anda yang gemar bermain skateboard, Vans mendesain sepatu ini sedemikian rupa agar nyaman di kaki. Selain itu, karena sepatu ini memiliki ukuran yang tinggi sampai menutupi mata kaki, sepatu ini membuat kaki Anda lebih aman saat bermain skateboard. Jika Anda bukan pemain skateboard, tidak masalah untuk menyukai model dari sepatu ini untuk bergaya. Seri SK8 juga memiliki ukuran Low dan Mid untuk menyesuaikan kebutuhan dan kenyamanan pemakainya. Range harga: Rp700 ribu - 1 jutaan.

Vans Half - Cab

Walaupun bentuknya terlihat 'berat', namun Vans Half-Cab sangat ringan digunakan.
Sumber: stylefile.com
Jenis yang satu ini juga sangat ditujukan untuk skateboard, Vans memang terkenal nyaman untuk berdiri di atas papan seluncur beroda empat tersebut. Half-Cab yang terlihat "gendut" akan mengamankan kaki Anda dari benturan-benturan saat meluncur dengan skateboard. Tapi ingat, fashion tidak bergantung dengan apa kesukaan Anda. Jika memang menyukai model sepatu Vans seri ini untuk melengkapi gaya kasual Anda, cukup tepat jika memilih sepatu ini. Range harga: Rp800 ribu  - 1 jutaan.

Vans Era

Vans Era merupakan salah satu jenis yang paling sering ditemui.
Sumber: stylefile.com
Ini adalah seri yang mungkin paling banyak ditemui, salah satu seri terpopuler dari Vans yang bahkan banyak dipalsukan di negara-negara seperti hal nya di Indonesia (sorry to say). Vans memang memiliki banyak tipe dan kolaborasi dari seri-seri nya, dan Vans Era adalah salah satu seri yang banyak sekali memiliki tipe-tipe dan kolaborasi-kolaborasi lain seperti Era Suede, Era Wingtip, Era X Suicidal Tendencies, dan berbagai macam lainnya. Range harga: Rp600 ribu - 800 ribuan.

Vans Oldskool

Konsep klasik Vans diusung dalam seri Oldskool.
Sumber: stylefile.com
Klasik, satu kata yang menggambarkan Vans seri Oldskool. Oldskool adalah model tertua yang sangat minim pembaharuannya dari awal muncul di tahun 1966. Seri Vans satu ini memang masih sangat laris sampai sekarang dikarenakan seri ini bisa dibilang signature dari brand Vans sendiri. Range harga: Rp700 - 900 ribuan.

Vans Authentic

Walaupun serupa dengan Vans Oldskool, seri ini memiliki perbedaan di bagian lingkar kaki.
Sumber: stylefile.com
Seri terlaris dari Vans, terutama di Indonesia untuk kurun waktu yang sangat lama. Jenis Vans ini mirip dengan Vans Era, perbedaannya terdapat pada keberadaan busa di sekitar lingkar kaki. Seri ini agak mirip dengan fenomena Converse classic, Authentic adalah model sepatu yang simpel namun sangat nyaman dan tak pernah termakan zaman. Vans Authentic fits you as its best! Range harga Rp550 - 800 ribuan.
http://www.talkmen.com/articles/read/778/5-seri-vans-yang-wajib-anda-miliki/

Kamis, 01 Januari 2015

The Story Behind : ASICS

Dulu siapa yang tahu ASICS? Merek sepatu ini seperti tenggelam dan tidak terdengar di tengah persaingan pasar yang menggila dilakukan oleh perusahaan sepatu olah raga kenamaan sekelas Adidas atau Nike.
Kihachiro Onitsuka menjadi tokoh penting dibalik berdirinya perusahaan sepatu yang awalnya bernama Onitsuka Co. Ltd. Pada tahun 1949 di Kobe, Jepang ia memulai perjalanannya dengan membuat sepatu basket dalam rangka memenuhi kebutuhan para pemaian bintang olah raga basket.
Debut awal Onitsuka ini tampaknya kurang berhasil, desain sepatu yang menyerupai sandal jerami tidak begitu disukai oleh banyak pihak. Kegagalan pada debut pertamanya tidak membuat dirinya menyerah, Kihachiro Onitsuka yang pernah menjabat sebagai perwira militer ini tidak menyerah dan terus mengembangkan produknya agar sesuai dengan kebutuhan para pemain basket profesional.
Tidak memiliki pengalaman dalam pembuatan sepatu bukan masalah baginya, riset terus menerus yang ia lakukan akhirnya mendapatkan hasil positif. Pada percobaan berikutnya ia kembali melepas sepatu basket dan kali ini mereka memperbarui desain pada bagian sol sepatu yang membentuk seperti cangkir dengan beberapa ruang untuk membuat sepatu lebih efektif.
Sejak saat itu perusahaan sepatu tertua di Jepang ini terus mempersluas koleksinya dan di tahun 1951 mereka merilis sepatu voli pertamanya yang disambut dengan kesuksesanOnitsuka Co. Ltd secara internasional dan bahkan menjadi pilihan paling populer di kalangan atlet Olimpiade.
abebe
Ada cerita menarik seiring kesuksesan mereka dan menjadi sejarah atas berdirinyaASICS. Ketika itu perusahaan ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan pelari maraton Abebe Bikila. Pria kelahiran Ethiopia ini sering kali berlari tanpa menggunakan alas kaki, begitu pun dengan yang ia lakukan ketika olimpiade di Roma pada tahun 1960.
Meskipun ia berlari tanpa alas kaki, Bikila berhasil meraih juara dalam waktu rekor dunia sekaligus mencatat sejarah sebagai pelari kulit hitam pertama yang menerima medali emas Olimpiade.
Keberhasilannya meraih juara, menarik perhatian Kihachiro Onitsuka untuk melakukan kerja sama. Empat tahun kemudian, sebelum Olimpiade 1964 di Tokyo ia pun melakukan negosiasi dengan Bikila dan meyakinkannya agar mau menggunakan ASICS ketika Olimpiade dimulai.
Pinangan tersebut pun disambut positif hingga pada akhirsnya Bikila menggunakanASICS untuk Olimpiadenya di Tokyo. Kemenangan pun kembali diraihnya dalam waktu rekor dunia dan menjadi atlet yang pertama untuk memenangkan emas Olimpiade di maraton Olimpiade secara berturut-turut.
Hubungan antara keduanya terus menerus membaik hingga Bikila tutup usia. Ketika ituASICS menyumbangkan satu juta dolar kepada Unicef untuk mengenang pelari luar biasa tersebut.
Tidak sampai 1977, Onitsuka Co pun berubah nama menjadi ASICS. Nama tersebut diambil dari singkatan bahasa latin “Anima Sana In Corpore Sano” yang memiliki arti “pikiran yang sehat dalam tubuh yang sehat.”
Setelah pergantian nama yg dilakukan tersebut ASICS terus menjadi favorit di antara atlet Olimpiade sepanjang 20 dan abad ke-21. Produk sepatu lari yang mereka bawa dianggap menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
Di Indonesia sendiri khususnya Jakarta, sepatu Onitsuka juga sempat menjadi trend dan tersebar di mana-mana. Tidak sulit untuk mendapatkan sepatu Onitsuka dikalai itu, pasar sekelas Taman Puring pun menyediakan sepatu tersebut ditiap sudut.
asics
Pada tahun 2013-2014 seiring berjalannya waktu, dan sneakers mulai menggila, ASICSpun melakukan beberapa terobosan baru dengan berkolaborasi bersama Extra Butter, retailer asal New York untuk menciptakan ‘Death List 5′ pack yang terdiri Asics Gel Saga “Cottonmouth”, Asics Gel Lyte III “Copperhead”, Asics Gel Epirus “California Mountain Snake”, Asics GT-Cool “Sidewinder”, dan Asics Gel Lyte V “Snake Charmer”.
Kemunculan sneakers ini semakin membawa mereka kepuncak kesuksesan. Desain sepatu, pola, dan warna yang mereka tampilkan jauh lebih berkembang sehingga membuat ASICS menjadi salah satu sneakers yang diburu di berbagai dunia. 

Senin, 15 Desember 2014

The Story About Saucony

scvsdvs 

Jika dibandingkan dengan perusahan sepatu lainnya merek yang satu ini jauh lahir lebih dulu dan menjadi salah satu produsen sepatu tertua yang masih ada sampai detik ini. Sayangnya mereka yang yang sudah melalui berbagai proses kurang lebih selama 111 tahun tidak terlalu terdengar namanya dan justru seakan tenggelam di tengah pasar yang menawarkan keindahan bentuk dan warna dari masing-masing sepatu yang ditawarkan produsen lainnya.
Melihat jauh kebelakang, ketika tahun 1889, muncul empat pengusaha dari Kutztown, Pennsylvania, yang bekerja sama untuk memproduseni dan memproduksi sepatu untuk orang dewasa dan sneakers untuk anak-anak.
Nama Saucony sendiri mereka pilih dan diambil dari nama penduduk asli Amerika yang memiliki arti “mouth of a creek or river”. Karena keindahan kawasan disana, logo yang mereka ciptakan juga terinspirasi dari tepi sungai, logo Saucony dibuat siluet menukik yang menyerupai dengan aliran konstan di sungai. Dan jika kamu melihat tiga potongan bulat di tengah logo, itu merupakan batu-batu yang melapisi lantai sungai.
Setelah berjalan lancar dengan produksi sepatu dewasa dan sneakers untuk anak, Saucony memperluas koleksinya dengan memperkenalkan sepatu lari. Perjalanan mereka dalam meraih keberhasilan pun tidak lantas semudah yang diperkirakan. Setelah bersenang-senang dengan yang mereka hasilkan, keempat pengusaha tersebut justru memutuskan untuk menjualnya kepada Abraham Hyde yang pada saat itu dimiliki AR Hyde & Sons.
Abraham Hyde adalah sosok penting selama perjalanan Saucony hingga saat ini. Ia merupakan imigran Rusia yang berpindah ke Amerika Serikat dan mengambil tempat tinggal di Cambridge, Massachusetts sebagai pembuat sepatu.
Pada tahun 1910, ia berhasil membuka toko sendiri di jalanan Cambridge yang menjual jenis sepatu yang disebut “carpet slippers”, sepatu yang dibangun dari potongan-potongan tua dan dari karpet yang sudah tidak terpakai.
Setelah selama 22 tahun hanya bertahan dengan sepatu yang mengolah bahan karpet tidak terpakain, Abraham memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lebih keren dari pada “carpet slippers”. Hingga pada akhirnya di tahun 1932 ia memperkenalkan sepasang sepatu kets yang di mulai dari baris sepatu atletik dan sepatu bowling, sepatu roda hingga sepatu bisbol di tahun 1938.
Memasuki era Perang Dunia II selama 40-an tentara AS terlibat di dalamnya, Saucony juga ternyata turut andil dalam sejarah tersebut. Abraham Hyde melalui A.R. Hyde & Sons ditugaskan oleh tentara AS untuk memproduksi sepatu bagi tentara dalam perang. Meskipun perang adalah peristiwa misfortunate Abraham Hyde tetap mampu untuk berbisnis menghasilkan keuntungan yang bagus pada waktu itu melalui sepatu boot yang dibuatnya.
Selain ikut berperan besar dalam perang dunia II, NASA meminta Abraham Hyde memproduksi sepatu untuk para astronot menuju ke kosmos. Ketika Apollo 11 mendarat di bulan pada tahun 1969, Neil Armstrong dan seluruh awak pertama yang pernah mendarat di bulan memakai sepatu boot yang dirancang dan diproduksi oleh AR Hyde & Sons.
Keterlibatan merek sepatu ini dalam sejarah lantas membawa kesuksesan mereka jauh melesat kedepan. Ketika mengetahui 1968 Saucony dijual, Abraham Hyde mempunyai kesempatan untuk mengambil hak untuk memproduksi, mendistribusikan dan menjual sepatu Saucony melalui tokonya di Cambridge.
Selang beberapa tahun kedepan, hasil jerih payah seorang Abraham Hyde melalui sepasang Saucony terbayar memalui gelar “Best Quality” yang di dapat dari majalah lokal.
Bertahun-tahun berperan sebagai penyedia sepatu untuk berbagai kalangan dan profesi, Saucony terus mempertahankan perkembangan yang baik, tidak hanya bergerak pada baris sepatu tetapi mereka terus memperluas ke dalam lini apparel.
Saucony juga memperkenalkan kemajuan teknologi, seperti dipatenkan “Grid” sistem. Fitur ini menjadi ciri khas mereka yang akan membuat sepatu jauh lebih ringan dan empuk. Penerapan teknologi yang mereka lakukan sekaligus menjawab untuk mempertahankan award yang sudah dipegang bertahun tahun.
Perpindahan tangan perusahaan ini terus berlanjut hingga akhirnya di tahun 2005 Stride Rite Corporation mengambil alih semua produksi dan hak Saucony Shoes sebelum menjualnya ke Payless ShoeSouce pada tahun 2007.
Dan kini melalui perjalanan yang berliku, terlibat dalam sejarah dunia, Saucony tumbuh besar menajdi salah satu perusahaan sepatu yang mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya.
Coba tengok beberapa sepatu yang berkolaborasi dengan label kenamaan lainnya. Tidak sedikit para sneakershead yang memburu merek ini untuk menambah koleksinya. Saucony X Bodega menjadi bukti kalau saat ini mereka tidak hanya menjadi produsen yang berperan dalam pemenuhan para olahragawan saja, melainkan mereka juga berperan besar dalam gaya masa kini.
http://kvltmagz.com/the-story-behind-saucony/

Rabu, 03 Desember 2014

Gaya Asik Sepatu Vans

 
Sebelum mengenal sepatu Vans, mari mengenal apa itu Vans terlebih dahulu. Vans merupakan pabrik Amerika yang memproduksi sepatu karet, snowboarding boot, sepatu skateboarding, sepatu BMX, dan jenis-jenis sepatu lainnya. Pertama kali, pabrik Vans ini didirikan oleh Paul Van Doren dan saudaranya James Van Doren, dan ketiga temannya pada 16 Maret 1966 di California, tepatnya 704 E. Broadway di Anaheim. Pabrik sepatu Vans ini awalnya diberi nama Van Doren Rubber Company, yang dikenal sebagai pembuat sepatu sol karet yang lebar dengan model yang sangat California kasual dan stylish. The Classic Vans Slip-on, dibuat menjadi ikon oleh Sean Penn di Fast Times at Ridgemont High. Sepatu Vans ini pada awalnya ditemukan sebagai sepatu kapal dengan cengkeraman ekstra untuk menjaga pemakai tetap kuat dan berada di dek. Telah dikutip dari NewYork Times bahwa Van Doren berkolaborasi dengan kimiawan untuk mengembangkan resep karet yang digunakan untuk sol sepatu Vans-nya. Ia seorang insinyur mesin dari training yang juga menemukan karakteristik tapak berpola intan, terganggu oleh pembalut dengan enam bintang timbul di jantung kaki. Karet dan tapak yang disatukan membuat solnya merekat. Kerekatan tersebut menjadi saat-saat yang tepat sasaran, apalagi dengan munculnya budaya skateboard. Budaya ini membutuhkan cengkeraman yang lebih baik untuk peningkatan performa dengan ambisi menguasai maneuver di udara. Sepatu Vans ini menjadi salah satu merk yang kemudian dikenal di kalangan pengguna skateboard.

Beberapa pengguna sepatu Vans mungkin menggunakan ukuran yang pas atau terlalu pas di kakinya, sehingga terasa kurang nyaman. Untuk mengatasinya anda dapat melonggarkan sepatu anda tersebut. Caranya adalah dengan menyemprotkan stretcher spray di sepatu kulit anda. Semprotkan di titi-titik yang ingin anda longgarkan. Selain itu, mungkin anda dapat menggunakan lebih dari satu buah kaos kaki saat memakainya. Cara ini mungkin agak menyakitkan walaupun kemungkinan berhasil cukup tinggi. Terakhir, anda dapat mencuci sepatu Vans anda lebih dari sekali dan keringkan dengan udara untuk memperluas sepatu asli anda. Tingkat kemungkinan berhasil mungkin tidak terlalu tinggi, namun anda dapat mencoba untuk mengetahui hasilnya.
Sepatu Vans adalah salah satu jenis sepatu yang kasual dan longgar bentuknya. Sepatu ini menjadi salah satu jenis sepatu terbaru yang diinginkan konsumen begitu budaya skateboard mulai merebak. Vans memberikan keleluasaan dan tingkat kerekatan yang lebih untuk digunakan dalam berkolaborasi dengan skateboard dibanding merk lainnya. Dengan sepatu ini, para skateboarders tidak lagi khawatir dalam mengembangkan teknik maneuver di udara. Beberapa koleksi sepatu Vans merupakan sepatu dengan lukisan yang artistik, unik, dan lembut. Lukisan-lukisan tersebut biasanya bernuansa klasik dan orisinil. Kombinasi warnanya yang beragam dan kreatif menjadikan Vans sebagai salah satu ide perkembangan seni sepatu lukis dan skateboarder.
Ada berita duka mengenai salah satu "Ayah" sepatu Vans ini. Pada tanggal 12 Oktober 2011 lalu, salah satu pendiri Vans, James Van Doren, tutup usia. Di rumahnya di Fullerton, California, James meninggal karena mengidap kanker. Ia telah membantu memperluas fasilitas produksi dan memperluas garis produk Vans, termasuk juga sepatu atlit yang beragam. Di pernikahan pertamanya, ia menemui ujung perceraian dari Kathleen Ann Belcher. Selain istrinya, Char, James Van Doren bertahan hidup dengan dukungan dua saudaranya; Paul dan Robert, seorang saudara perempuan; Bernice Chute, tiga anak dari pernikahan pertamanya; James Jr., Mark, dan Eric, serta lima orang cucu.  
 Vans pernah menjadi sponsor dalam seri the Inaugural Triple Crown yang dikembangkan menjadi the Vans Triple Crown di tahun 1994. Forbes juga menyandang Vans sebagai salah satu pabrik kecil terbaik Amerika di tahun 200 dan 2001. Selain itu, Vans telah menjadi sponsor utama dalam Warped Tour, sebuah pesta musik, sejak tahun 1995. Vans juga memegang hak nama di BOWL-A-RAMA Bondi, Sydney, Australia. Prestasi dan nama telah diraih Vans, maka kerja keras dan ketekunan akan semakin dibutuhkan. Apresiasi dan penghargaan juga patut diberikan pada James Van Doren atas kontribusinya memperbesar nama Vans. Jenis-jenis terbaru sepatu Vans semakin beragam dan menarik. Pilih satu favorit anda! Terakhir, selamat jalan sang "Ayah" sepatu Vans!   

SEJARAH SEPATU VANS DARI MASA KE MASA

SEKILAS TENTANG PAUL VAN DOREN
lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston. Paul keluar dari sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 junior highschool, kemudian memutuskan untuk serius dalam hobi berkudanya pada saat itu.

Umur 14 tahun, dia sudah memulai memulai balapan kuda dalam beberapa race lokal dan mendapatkan nickname : “Dutch The Clutch” karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat kerjanya hanya bermain kuda dan sama sekali tidak menghasilkan uang, akhirnya Paul dipaksa untuk bekerja di pabrik sepatu sebagai seorang buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai pabrik.



PENDIRI ( PAUL VAN DOREN )

SEJARAH

Pada 16 maret 1966, Paul Van Doren dan tiga orang temannya membuat perusahaan baru bernama Van Doren Rubber Co .
(sekarang dikenal Vans) . Vans adalah produsen sepatu,pakaian,dan aksesoris untuk olahraga skateboard , snowboard , BMX , dan selancar.

Pada awalnya, Paul Van Doren bekerja di pabrik sepatu bermerek Randy's sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai . setelah 20 tahun bekerja disana, ia sudah beberapa kali naik jabatan karena ketekunannya . Sampai akhirnya, Paul manjabat sebagai Vice President di Randy's.

Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu tersebut dan pindah ke Southern California . Disana Paul dan temannya mendirikan perusahaan sepatu baru pada 1966 (merupakan cikal bakal Vans)



TOKO dan PABRIK

Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem . Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu . Paul baru akan membuat sepatu jika ada yang memesan sepatu . Setah mendapat order Paul segera masuk pabrik dan langsung membuat order yang di pesan . Di hari pertama toko ini hanya di kunjungi oleh 16 orang .

Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan . Pada masa ini juga, Vans meluncurkan Vans #44 atau lebih di kenal dengan nama Vans Authentic . Penjualan pertama sepatu ini cukup sukses karena produk ini habis terjual .



TOKO DAN PABRIK PERTAMA VANS


1970-an

Pada 1975, Tony Alva dan Stacy Peralta (skater ternama saat itu) mendesain Vans #95 atau dikenal dengan Vans Era dan di beri label "Off The Wall" . Era ini ada puncak kejayaan Vans karena sepatu Vans menjadi pilihan utama bagi para skater dan para BMX .

Di akhir 1970-an . Vans membuat sepatu slip-on checkerboard warna putih berbahan kanvas dan warna hitam berbahan karet . Di saat yang sama, Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu untuk kebutuhan membuat film . Vans kemudian mengirim stock Checkerboard slip-on dengan jumlah cukup besar . Sejak saat itulah, Vans kebanjiran order dari seluruh Amerika sehingga menjadikan sepatu paling laku di dunia sampai saat ini .



TONY ALVA


STACY PERALTA

1980-an

Pada awal 1980-an, Jim adik Paul Van Doren yang menjabat sebagai president, memutuskan membuat sport shoes untuk menyaingi Nike , Adidas , Reebok , dan Puma . Menurut Paul, tidak mungkin kita menyaingi perusahaan-perusahaan sepatu tersebut . Namun, Jim tidak peduli dan tetap melanjutkan proyek barunya .

Akhirnya, proyek ini gagal dan Vans pun mengalami kerugian dengan jumlah utang sebesar 12 juta dollar . Paul memutuskan untuk mengeluarkan Jim sehingga Vans hanya dimiliki oleh pemilik tunggal, yaitu Paul Van Doren .

Beberapa waktu kemudian, Vans di beli oleh perusahaan McConval Deluit Corp . Hak kepemilikan Vans berada ditangan mereka selama 10 tahun kedepan . Artinya, kelangsungan perusahaan diatur oleh mereka, seperti membuat pabrik yang lebih besar di seluruh Amerika .


JAMES VAN DOREN R.I.P 1939-2011

VANS di INDONESIA

Di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, sepatu Vans tidak hanya di pakai oleh para skater, tetapi oleh personil band dan sneaker freak (orang yang hobi mengoleksi sepatu) . Disini, sepatu ini termasuk barang langka karena tidak memiliki toko resmi . Namun, ada beberapa toko yg menjual produk Vans, mulai sepatu , pakaian , dan aksesoris dengan harga yg lebih mahal karena harus memesan dari luar negeri .

Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tidak pernah ketinggaln trend . Walaupun modelnya selalu klasik, Vans menjadi barang yg selalu di buru . Klasik adalah daya tarik sepatu ini . Jadi, apakah anda tertarik untuk ber-Vans ??


SEPATU VANS, PELOPOR SEPATU SKATE

sederhana tapi gaya sepertinya menjadi kriteria yang selalu di terapkan jiwa-jiwa muda dalam kehidupannya sehari-hari . Hal-hal simpel, tidak terlalu "merepotkan" lebih menarik perhatian serta minat mereka, termasuk dalam hal berbusana . Berdandan atau bergaya secara berlebihan justru dianggap tidak wajar jika diterapkan dalam gaya sehari-hari .

Pemilihan model pakaian ataau sepatu yang sederhana mencerminkan kepribadian mereka yang rata-rata lebih menyukai bergaya "apa adanya" . Barang-barang penunjaang gaya yang sederhana selalu dipilih untuk menemani aktifitas mereka sehari-hari . Sepatu sneaker atau model kets selalu menghiasi kaki-kaki muda mereka . Sepatu Vans pun menjadi salah satu merek sepatu yang cukup banyak diminati oleh kaum muda .



SEJARAH VANS

Vans adalah perusahaan sepatu yang berasal dari Amerika . Perusahaan ini di mulai pada beberapa puluh taahun lalu . Di Broadway , Anaheim , California, Paul Van Doren bersama tiga temannya membuka sebuah toko . Toko pertama mereka di buat pada 16 Maret 1966 .

Toko tersebut menjual produksi sepatu unik hasil karya mereka sendiri . Mereka memproduksi sekaligus memasarkan sepatunya secara swadaya . Konsumen pertama mereka sebanyak 12 orang . Pelanggan tersebut membeli sepatu Vans Dek, sekarang sepatu model ini dikenal dengan tipe Authentic . Paul Van Doren memproduksi sepatunya setiapa hari dan selalu siap di sore hari .

Beberapa tahun kemudian, perusahaan rumahan tersebut berkembang dan banyak menghasilkan bnyak model-model septu baru . Pada 1970-an, Vans memproduksi sepatu dengan kanvas bergambar dan karet di bagian bawah sepatunya . Inovasi tersebut rupanya berbuah manis bagi mereka .

Perusahaan sepatu itu kemudian menandatangani kontrak dengan pihak Departement Pertahanan As dan Us Air Force . Para pemain skateboard juga lebih menyukai mengunakan sepatu ini ketika bermain skateboard . Permukaan karet pada alas sepatu memudahkan mereka untuk berolahraga . pengunaan sepatu Vans pun hampir merata di seluruh wilayah California Selatan . Di akhir 1970-an, perusahaan ini telah memiliki 70 toko di california .

Sepuluh tahun kemudian, Vans telah berubah menjadi perusahaan besar . Sepatu yang diproduksi pun berkembang . Mereka tidak hanya memproduksi sepatu untuk olahraga skateboarding, tetapi juga untuk wakeboarding , cross motor , dan berselancar .

Meskipun penjualannya mencapai angka yang cukup baik, nyatanya Vans tidak berhasil mengatasi permasalahan keuangan intern mereka . Pada 1983, Vans tidak dapat mengatasi hutang mereka sehingga perusahaan itu terpaksa berganti status menjadi "Perusahaan Bangkrut"

Kebangkrutan Vans tidak berlangsung lama . Lima tahun kemudian, 1988, Vans menjual beberapa sahamnya pada perusahaan investment banking . semenjak itu, Vans kembali " menghentak" dunia fashion dunia .
 sumber

Kamis, 20 November 2014

Cara Membedakan ORIGINAL atau FAKE sneakers

Banyak mungkin yang bertanya-tanya khususnya yang masih awam tentang "Sepatu Original" Bedanya dimana si dengan KW /Replika ? di artikel in 3F akan menjelaskan secara Simple khususny Adidas untuk membuka mata customer sehingga tida mudah tertipu dengan Pedagang - Pedagang Nakal yang menjual Barang "KW Bilang Ori"

"Adidas Original"

Original Adidas untuk Regional Benua ASIA yang terdaftar secara Resmi untuk Release Adidas Original

- Made in Indonesia

- Made in China

- Made in Vietnam

- Made in india



Dari segi Bahan Jelas terlihat perbedaan kw dan original . tapi 3F akan bahas mengenai Grade "Replika" , banyak yang tertipu dengan Grade ini . Karena banyak customer yang ngadu via sms klo habis beli barang replika dan pedagang ny kebanyakan dari jejaring sosial atau Forum . Banyak yang ingin 3F bahas tentang bagaimana Cara Mengetahui in Ori apa Replika ! Kali in 3F akan memberikan Gambaran Secara garis besar ya . jadi yang Ga Paham Adidas diharapkan mengerti setelah membaca Artikel ini

YANG DIBAHAS ADALAH ADIDAS YANG NO BOX YA GAN ! GA AD BOX BAWAAN !!

Hati2 dengan Barang Fake dibilang Ori . Replika dan original beda beda tipis bro . Tergantung Knowledge dr ente msing2 tentang Original itu sendiri .
Ciri-ciri Replika paling Gampang untuk orang awam kita jelasin dri Tag di dalem lidah sepatu ya (untuk adidas)

ADIDAS SAMBA ORIGINAL MADE IN INDONESIA
Kasus dibawah ialah pembelian Adidas dengan catatan "NO BOX BAWAAN" Biasanya Adidas-Adidas yang susah ditemuin di store atau adidas yang sudah langka
Seperti Adidas Samba ,Campus ,Def Jam ,Gazzele , DLL

Adidas it Replika jika di tag dalem sepatu (Menurut Pengalaman kami di Adidas Original selama 5 tahun) :


Made in Vietnam : Dengan Catatan NO BOX bawaan. ga dapet box yg sesuai dengan artikel dan Model sepatunya. dan tulisan di made in vietnam polos
Original jika ad kata "SAMPLE" diatas tulisan made in
ADIDAS SAMBA REPLIKA MADE IN VIETNAM  (NO BOX , NO SAMPLE TAG)


"HATI - HATI AD BOX TIRUAN ADIDAS . WARNANYA BIRU PUDAR DAN BAHANNYA GA SAMA DENGAN ORIGINAL"

" Ga ad istilah Ori Vietnam. Original ya Original"

Logika nya aja gini gan : No box made in indo ? wajar toh pabrik adidas di indonesia Pusat di asia tenggara .jd kasarnya tinggal ambil di pabrik . No box made in vietnam (ga ad kata sample) "Fake" logikanya Ko bisa barang dri luar indo msuk ke sini ga lengkap box nya. secara barang adidas made in vietnam psti msuk lewat jalur resmi adidas indonesia .so pasti lengkap dong box dan tag.
Balik lg ke pmahaman msing2
ingat yaa ga ad istilah lain selain "ORIGINAL" . Mau grade vietnam , Ori vietnam . Omong kosong bro . ini Contoh Sepatu Original made in Vietnam Dengan catatan
No Box Bawaan !

ADIDAS ORIGINAL MADE IN VIETNAM "SAMPLE"



KESIMPULAN ny gan !
Adidas yang Paling banyak dicari "Adidas Samba , Gazzele , Campus , Vespa , dLL " Lebih banyak peluang untuk di PALSUKAN . karena vendor pemalsu mengincar Seri yang sudah TERKENAL . untuk yang masih awam simple aja gan :
- Adidas Original NO BOX kondisi NEW pasti Original kalo MADE IN INDONESIA atau MADE IN VIETNAM dengan kata "SAMPLE:
- Adidas REPLIKA kondisi NEW jika HARGA MURAH (GA WAJAR) Samba 200 -300 REBU, Campus Def Jam 200-300 REBU . Pikir aja gan SAMBA paling Susah barangnya ga mungkin di HARGA MURAH 
- Adidas REPLIKA / KW jika TAG GA SESUAI dengan yang ane pajang diatas . Kanan kiri sepatu ad nomer barcode dan itu GA MUNGKIN SAMA
- KW 1 2 3 silahkan dinilai sendiri . Dari bahan udah jelas dan kalau Dipake berasa pake BAKIAK . hehehehe ^^




semua sepatu yg djual di 3F Original dn trbukti 5000+ pasang sepatu terjual .blm ad masalah sma skli .krena sumber dr kita benar2 Resmi dan sudah trbukti bertahun2 . dan apa yang kita tulis diatas berdasarkan pengalaman kami .


Semua barang di 3F yg No box semua "MADE IN INDONESIA" 

Semua produk di 3F dijamin ORIGINAL nya karena ?

1. Vendor yang benar- benar Resmi dan Terbukti Mutunya selama bertahun-tahun

2. Orang-orang didalam 3F company ialah orang lama dibidang Sepatu Original ,Jdi kita sangat memahami karakteristik dari Apa itu "Original"

3. Banyak dari Sneakershead (Pecinta Sepatu Original) di seluruh Indonesia Menjadi Langganan di 3F . Terutama di Kalimantan, Sumatera , dan Pulau Jawa